--- ASSALAMMUALAIKUM --- SELAMAT DATANG DI LEMBAH HIJRAH --- MOHON MAAF, LEMBAH KAMI HANYA UNTUK YANG MENUTUP AURAT ---

Selasa, 17 Maret 2020

DISASTER EDUCATION OUTBOUND

Seiring dengan semakin banyaknya jenis dan tipe outbound, mulai dari yang recreational, adventure, training, dsb. Ada konsep baru yang kami perkenalkan di Lembah Hijrah Camp, yang lebih kepada penumbuhan kesadaran dan pemahaman anak tentang kebencanaan dan kerelawanan yang memang sangat dibutuhkan di Indonesia saat ini.
Konsep Outbound yang kita namakan Disaster Education Outbound ini akan mendidik anak-anak kita menjadi anak yang tangguh, kuat, peduli, mencintai alam dan lingkungan serta suka dan bisa menolong.
Konsep yang kita kembangkan ini menjadi pertama dan satu-satunya di Indonesia sampai dengan saat ini.
Dengan dipandu dan difasilitasi oleh tim yang berpengalaman dan profesional di bidang Kebencanaan, SAR, Vertical Rescue, Water Rescue, Psikososial/Trauma Healing, maka tidak diragukan lagi hasilnya akan maksimal.
Tidak hanya berpengalaman, tetapi juga bersertifikat nasional dari BNSP, BASARNAS, BNPB.
Tunggu apa lagi...? 

Jumat, 27 November 2015

Hijrah kepada Allah dan Rasul-Nya

Di dalam Risalah Tabukiyah, Imam Ibnul Qoyyim membagi hijrah menjadi 2 macam. Pertama, hijrah dengan hati menuju Alloh dan Rosul-Nya. Hijrah ini hukumnya fardhu ‘ain bagi setiap orang di setiap waktu. Macam yang kedua yaitu hijrah dengan badan dari negeri kafir menuju negeri Islam. Diantara kedua macam hijrah ini hijrah dengan hati kepada Alloh dan Rosul-Nya adalah yang paling pokok.

Hijrah Dengan Hati Kepada Allah
 
Alloh berfirman, “Maka segeralah (berlari) kembali mentaati Alloh.” (Adz Dzariyaat: 50)
Inti hijrah kepada Alloh ialah dengan meninggalkan apa yang dibenci Alloh menuju apa yang dicintai-Nya. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang muslim ialah orang yang kaum muslimin lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya. Dan seorang muhajir (orang yang berhijrah) adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Alloh.” (HR. Bukhori dan Muslim)
Hijrah ini meliputi ‘dari’ dan ‘menuju’: Dari kecintaan kepada selain Alloh menuju kecintaan kepada-Nya, dari peribadahan kepada selain-Nya menuju peribadahan kepada-Nya, dari takut kepada selain Alloh menuju takut kepada-Nya. Dari berharap kepada selain Alloh menuju berharap kepada-Nya. Dari tawakal kepada selain Alloh menuju tawakal kepada-Nya. Dari berdo’a kepada selain Alloh menuju berdo’a kepada-Nya. Dari tunduk kepada selain Alloh menuju tunduk kepada-Nya. Inilah makna Alloh, “Maka segeralah kembali pada Alloh.” (Adz Dzariyaat: 50). Hijrah ini merupakan tuntutan syahadat Laa ilaha illalloh.

Hijrah Dengan Hati Kepada Rosululloh
 
Alloh berfirman, “Maka demi Robbmu (pada hakikatnya) mereka tidak beriman hingga mereka menjadikanmu sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan di dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (An Nisaa’: 65)
Hijrah ini sangat berat. Orang yang menitinya dianggap orang yang asing diantara manusia sendirian walaupun tetangganya banyak. Dia meninggalkan seluruh pendapat manusia dan menjadikan Rosululloh sebagai hakim di dalam segala perkara yang diperselisihkan dalam seluruh perkara agama. Hijrah ini merupakan tuntutan syahadat Muhammad Rosululloh.
Pilihan Alloh dan Rosul-Nya itulah satu-satunya pilihan